logo megas-online.com

PAJAK NOL PERSEN UNTUK MOBIL BARU TAK AKAN MAMPU BEBASKAN INDONESIA DARI KRISIS EKONOMI

  • Editor: Luddy Eko dari berbagai sumber

  • Tuesday, 29 September 2020

Ilustrasi, Pameran Otomotif yang kini lesu akibat pandemi covid-19

Jakarta, Megas-online.com: Rencana Pemerintah untuk membebaskan pajak mobil baru atau pajak 0% dipastikan akan menjadikan harga komoditas ini anjlok antara 20%-40%. Meski begitu program ini dinilai tidak akan serta merta menormalkan angka penjualan mobil yang penyok tertabrak pandemi Covid-19.

Direktur Riset CORE Piter Abdullah mengaku sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah RI untuk meningkatkan lagi geliat industri otomotif nasional. Hanya saja menurutnya peningkatan ini tidak akan bisa mengembalikan jumlah dan nilai transaksinya sebagaimana di masa normal.

Sebab, di tengah krisis yang sedang berlangsung mayoritas masyarakat memilih untuk menyimpan uangnya. "Bisa sedikit meningkat. Setidaknya angka penurunannya bisa ditahan. Dengan demikian industri otomotif bisa bertahan di tengah pandemi," kata Piter, Selasa (29/09/2020).

Menurut dia, kebijakan itu nantinya hanya berdampak terhadap menjaga kontraksi perekonomian nasional agar tidak jatuh terlalu dalam. Selain itu ia juga menilai kebijakan pajk nol persen itu hanya berlaku parsial. 

“Artinya hanya menolong para pelaku usaha otomotif. Tetapi secara umum kebijakan tersebut tak begitu ampuh untuk mengembalikan perekonomian nasional seperti sebelum krisis dan menyelamatkan Indonesia dari ancaman resesi,” ujarnya sebagaimana dikuti[ dari okezone.com.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan, keputusan mengenai pembebasan pajak kendaraan tersebut akan segera dirilis. "Permintaan otomotif bebaskan pajak dan segalanya, we are looking into that. Kita pelajari semoga bisa diputuskan cepat," ujar Febrio dalam diskusi virtual.

Menurut dia, banyak aspek yang harus dilihat pemerintah sebelum memberikan pembebasan pajak. Misal apakah pembebasan pajak bisa mengangkat penjualan mobil dalam negeri sehingga berdampak pada perekonomian nasional.*