logo megas-online.com

SHELTER ISOLASI EKS KAWEDANAN SIAP TERIMA RUJUKAN PASIEN COVID DARI PUSKESMAS

  • Wartawan: Pramono | Editor: Luddy Eko

  • Monday, 19 July 2021

M. Nizar (kanan) saat meninjau kesiapan Shelter Isolasi Terintegrasi di Rusunawa Krian.

Sidoarjo, Megas-online.com: Secara teknis, Shelter-shelter Isolasi Terintegrasi (SIT) di empat wilayah eks kawedanan sudah siap menerima warga yang terinfeksi Covid-19 namun tidak menunjukkan gejala atau maksimal mengalami gejala ringan.

 

“Sudah siap semuanya. Ruangan, bed, alat kesehatan termasuk mobil ambulance. Begitu juga dengan tenaga kesehatan serta sembilan orang relawan yang bersiaga disini selama 24 jam penuh,” jelas Camat Taman,  Ali Sarbini, Senin (19/07/2021) siang tadi.

 

Disebutkannya, untuk sementara SIT eks Kawedanan Taman yang ditempatkan di Gedung SMP Negeri 2 Taman bakal mampu menampung 48 warga. Mereka akan ditempatkan di delapan ruang kelas yang masing-masing berkapasitas 6 bed.

 

Selain itu, pihaknya juga menyediakan beberapa ruang lagi yang dipakai sebagai posko relawan dan tenaga kesehatan. Namun jika dibutuhkan, pihaknya siap menambah lagi ruang isolasi baru bagi warga Kecamatan Taman, Sukodono, Waru, Sedati dan Gedangan.

 

Lebih lanjut dijelaskannya, di shelter ini semua kebutuhan warga yang menjalani isolasi akan dipenuhi. Mulai dari layanan kesehatan, makanan dan minuman serta fasilitas rujukan ke rumah rumah sakit  tanpa khawatir akan ditolak.

 

Terkait mekanismenya, Ali Sarbini mengatakan warga bisa masuk ke SIT tersebut setelah mendapatkan rekomendasi dari Kepala Puskesmas di lima kecamatan tersebut. “Jadi tidak bisa langsung datang ke sini,” kata ia yang didampingi Camat Waru, Mahendra Rudi.

 

Informasi serupa juga disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Golkar, M. Nizar yang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Rusunawa Desa Tambak Kemerakan yang ditetapkan sebagai lokasi SIT untuk wilayah eks Kawedanan Krian.

 

“Saya lihat semuanya sudah siap. Kamar-kamarnya siap, begitu juga dengan fasilitas yang ada di dalamnya. Tadi saya sempat lihat ketersediaan air bersihnya yang agak bermasalah, tapi ternyata sudah teratasi setelah adanya dropping air dari PDAM Krian. Bagus,” katanya. 

 

Dari hasil pengamatannya, kamar-kamar isolasi tersebut dilokalisir di satu gedung tersendiri dan terpisah dari penghuni Rusunawa. “Mereka sudah dipindahkan ke gedung yang lain, jadi aman,” ujar legislator yang dikenal vokal mengkritisi kebijakan Pemkab Sidoarjo tersebut.

 

Rencananya, di tahap awal SIT Rusunawa ini bakal menampung sedikitnya 70 orang warga terinfeksi Covid-19 dari kecamatan Krian, Balongbendo, Tarik, Prambon, Krembung dan Wonoayu. Namun jika dibutuhkan, masih memungkinkan dilakukan penambahan.

 

Sementara itu, informasi lain yang ia dapatkan,  kesiapan serupa juga sudah dilakukan di SIT Mall Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur Sidoarjo. Lokasi itu disiapkan untuk sekitar 100 orang lebih dari wilayah Buduran, Sidoarjo, Candi dan Tanggulangin.*