logo megas-online.com

HARI INI PEMKAB SIDOARJO GERAK CEPAT, BESOK 4 SHELTER ISOLASI SIAP BEROPERASI

  • Wartawan: Pramono | Editor: Luddy Eko

  • Sunday, 18 July 2021

Dokumentasi Shelter isolasi di MPP yang sempat beroperasi beberapa waktu lalu.

Sidoarjo, Megas-online.com: Pemkab Sidoarjo bergerak cepat untuk menjawab kondisi kedaruratan di masa pandemi Covid-19 saat ini. Salah satunya dengan menyiapkan lokasi serta berbagai macam piranti untuk pendirian shelter isolasi teringrasi di empat wilayah eks Kawedanan.

 

Dihubungi melalui WA-nya, Minggu (18/07/2021) siang tadi, Asisten Sekda Sidoarjo bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial, Ainur Rahman menjelaskan pihaknya sudah menentukan lokasi shelter-shelter isolasi tersebut.

 

“Di Krian menggunakan Rusunawa di desa Tambak Kemerakan. Untuk kecamatan Taman menggunakan gedung SMP Negeri 2. Lalu Puskesmas Porong dan di Sidoarjo kota, shelternya kembali menggunakan MPP (Mall Pelayanan Publik-red) Lingkar Timur,” katanya.

 

Dan hari ini, pihaknya langsung bergerak secara marathon untuk menyiapkan lokasi-lokasi tersebut, termasuk semua sarana dan prasarana pendukungnya. “Semoga besok bisa dioperasikan,” tambah mantan Camat Sukodono itu.

 

Direncanakan, tiap-tiap shelter bakal mampu menampung antara 50 hingga 70 orang sekaligus. Untuk itu pihaknya sudah mendistribusikan tempat tidur yang dipinjam dari Kwarda Pramuka propinsi, Puskesmas serta Balai Diklat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo.

 

Sedangkan untuk personel yang melayani para pasien isolasi tersebut, Pemkab Sidoarjo akan mengoptimalkan para tenaga kesehatan yang ada dengan bekerjasama dengan klinik-klinik kesehatan yang ada di masing-masing kecamatan.

 

Ainur menambahkan,  empat shelter isolasi di tingkat kecamatan ditambah Hotel Delta Sinar Mayang plus eks gedung Puskesmas Sedati tersebut akan terus beroperasi selama masih dibutuhkan sesuai dengan perkembangan pandemi covid yang terjadi di kota delta. 

 

Soal ketersediaan anggaran yang dibutuhkan untuk membiayai pembangunan dan operasional sehari-hari, pria asal Madura tersebut mengatakan masih dalam proses pengajuan. “Prinsipnya kerja dulu, anggaran belakangan,” tandasnya.

 

Yang jelas selain bakl menguras brankas Pemkab, pihaknya juga akan mengoptimalkan swadaya dan gotong royong masyarakat. “Tidak terlalu formal dalam bentuk CSR tapi unsur masyarakat yang punya kepedulian terhadap masalah ini,” tukas Ainur lagi.

 

Terkait kebutuhan pangan untuk warga yang tinggal di shelter maupun masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, Pemkab sudah mengintruksikan pada Dinas Sosial untuk mendirikan dapur umum. “Sudah kami persiapkan semuanya dan mulai besok juga sudah beroperasi,” pungkasnya.*