logo megas-online.com

BANSOS DIBAGI RATA 100 PAKET PER DESA, SEKRETARIS LKNU SIDOARJO: NGGAK ADIL ITU!

  • Wartawan: Pramono | Editor: Ludy Eko

  • Friday, 16 July 2021

Ilustrasi: Bansos Pemkab Sidoarjo untuk warga terdampak Covid-19

Sidoarjo, Megas-online.com: Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sidoarjo akan segera mengimkan bantuan sosial berupa paket sembako pada warga di semua desa dan kelurahan se kota delta. Rencananya bantuan itu akan diditribusikan mulai Sabtu (16/07/2021) besok.

 

“Sudah siap semuanya, distribusinya mulai besok. Ke Kecamatan yang kemudian diteruskan ke pihak desa untuk disalurkan pada warga yang berhak,” jelas Sekretaris Dinsos Sidoarjo, Misbakhul Munir yang ditemui di sela-sela acara vaksinasi massal di Pondok Pesantren Al Amanah, Junwangi, Krian, Jumat (16/07/2021) pagi tadi.

 

Dan sesuai dengan surat bernomor 460/5904/438.5.6/2021 per 14 Juli 2021 yang ditandatangani Asisten Administrasi Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat, Ainur Rahman, setiap desa akan mendapatkan 100 paket.

 

Dalam surat itu disebutkan, paket bansos berisi 10 kg beras, gula, minyak goreng dan tepung masing-masing 1 kg serta sembako lainnya itu diberikan untuk menjamin ketercukupan pangan bagi warga yang terdampak covid 19.

 

Karena itu bansos tersebut akan diprioritaskan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) sampai dengan tanggal 15 Juli 2021, serta masyarakat miskin terdampak covid yang belum menerima bantuan BST, PKH dan BPNT.

 

Misbah menambahkan, data penerima bansos tersebut sudah ditentukan oleh masing-masing Pemdes yang ditandatangani oleh Kades, Babinsa serta Bhabinkamtibmas setempat. “Kalau dirasa masih kurang, nanti bisa ditambahkan lagi sesuai kebutuhan,” imbuh Misbah.

 

Menanggapi hal itu, Sekretaris Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan NU (LKNU) Sidoarjo, Badruzzaman mengatakan pembagian bansos yang jumlahnya sama di setiap desa itu menunjukkan Pemkab Sidoarjo tidak punya data surveilans covid-19.

 

“Pembagian ini menurut saya justru tidak adil. Ada distribusi jumlah penduduk yang padat dan yang tidak. Selain itu proporsi sebaran orang yang terpapar kan juga tidak merata di tiap-tiap desa,” kata pria yang akrab dengan panggilan cak Sudrab itu.

 

Menurutnya pola pembagian semacam itu memperkuat asumsinya bahwa selama ini policy yang dijalankan Pemkab Sidoarjo dalam penanganan Covid-19 di di kota delta sama sekali tidak berbasis data dan evidence.*