logo megas-online.com

SENIN DEPAN, PEMKAB TAMBAH SHELTER ISOLASI DI KECAMATAN-KECAMATAN INI

  • Wartawan: Pramono | Editor: Ludy Eko

  • Friday, 16 July 2021

Asisten 1 Setda Sidoarjo, Ainur Rohman

Sidoarjo, Megas-online.com: Mulai Senin pekan depan Pemkab Sidoarjo akan membuka empat shelter isolasi terintegrasi di empat wilayah eks kawedanan di kota Delta. Diantaranya di Kecamatan Taman, Sidoarjo Kota, Porong dan Krian.

 

Hanya saja, menurut Asisten 1 Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Sidoarjo, Ainur Rohman yang dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (16/01/2021) siang tadi pihaknya belum menentukan dimana lokasi shelter isolasi tersebut.

 

“Masih kami koordinasikan dengan masing-masing Forkopimka di keempat kecamatan tersebut terkait lokasinya. Sesuai rencana kami tunggu informasi terkait lokasi fix-nya sampai Minggu (18/07/2021) jam 9 pagi besok,” katanya.

 

Yang terpenting lokasi tersebut harus mampu menampung minimal 50 orang warga yang dinyatakan terinfeksi covid-19 berdasarkan hasil uji labotarorium namun tidak menunjukkan gejala kesakitan atau setidaknya bergejala ringan.

 

“Nanti di masing-masing shelter isolasi itu akan kami siapkan alat kesehatan sekaligus tenaga kesehatannya. Untuk bidan dan perawat, mereka akan stay 24 jam secara bergiliran sedangkan untuk tenaga dokternya on call saja atau sewaktu-waktu datang,” tambah mantan Camat Sukodono tersebut.

 

Ditambahkannya, langkah ini dilakukan sebagai bentuk respon cepat Pemkab Sidoarjo setelah melihat perkembangan penambahan jumlah pasien terinfeksi yang mengalami lonjakan cukup tinggi, terutama di tiga hari terakhir ini.

 

“Sebelumnya, jumlah penambahan pasien itu hanya berada di kisaran angka puluhan saja per harinya. Hari tiga hari terakhir ini penambahannya sudah sampai ratusan orang. Nah kondisi ini lah yang perlu ditangani secepatnya. Jadi begitu saya dapat perintah, ya langsung saya laksanakan,” imbuh Ainur.

 

Diharapkan, dengan adanya shelter-shelter tersebut akan menjawab kebutuhan publik terkait ruang isolasi yang representatif di tiap-tiap wilayah. Dengan begitu warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) bisa terpantau dan tertangani dengan baik.

 

“Jadi pola penanganannya bisa bertingkat. Kalau masih bisa isoman di rumah ya akan diawasi tenaga relawan di tingkat desa, kalau perlu treatmen khusus, ya dibawa ke shelter di kecamatan itu tadi. Dan kalau yang disitu tidak mampu baru kemudian dikirim ke shelter isolasi kabupaten yang ada di Hotel Delta Sinar Mayang atau Sedati,” katanya lagi.

 

Sedangkan terkait pemanfaatan tenda dan bed bantuan dari Kementerian Sosial yang saat ini ada di gudang Dinas Kesehatan, Ainur mengatakan masih belum ditentukan. Termasuk soal kemungkinan penggunaan di rumah sakit- rumah sakit rujukan untuk menambah jumlah ketersedian tempat perawatan pasien covid-19.

 

“Kita harus pikirkan juga ketersediaan Nakesnya. Karena bisa saja dipasang disana, terus bagaimana dengan dokter dan perawatnya. Apalagi rumah sakit rujukan yang ada sekarang juga sudah dioptimalkan. Bahkan ada juga rumah sakit yang mengalokasikan 50% ruang perawatannya khusus untuk menangani pasien Covid-19.*