logo megas-online.com

MULAI PEBRUARI, PENANGANAN JALAN RUSAK DI SIDOARJO DITANGANI KECAMATAN

  • Wartawan: Pramono | Editor: Luddy Eko

  • Wednesday, 20 January 2021

Hudiyono saat meninjau proses perbaikan jalan di Desa Wedi, Kecamatan Gedangan.

Sidoarjo, Megas-online.com: Pemkab Sidoarjo mencoba strategi baru untuk mempercepat respon pemerintah dalam menangani kerusakan fasilitas dan infrastruktur publik yang berpotensi menganggu aktivitas masyarakat.

 

“Kita akan menerapkan strategi dana pagu indikatif wilayah kecamatan. Dengan begitu proses perbaikan fasilitas dan infrastruktur publik bisa segera ditangani karena dilakukan oleh aparatur yang ada di kecamatan.”

 

Pernyataan itu disampaikan Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono disela-sela kunjungan untuk melihat langsung proses perbaikan jalan rusak di desa Wedi Kecamatan Gedangan, Rabu (20/01/2021) pagi tadi.

 

Selain menangani masalah kerusakan jalan, alokasi dana tersebut juga bisa dipakai untuk menangani masalah-masalah menyangkut infrastruktur publik yang menjadi atensi masyarakat seperti  pengelolaan sampah, saluran air dan sebagainya.

 

Lebih lanjut dijelaskannya anggaran yang dialokasikan untuk menjalankan strategi ini bakal ditransfer langsung ke rekening masing-masing pemerintah kecamatan mulai Februari mendatang.

 

Hudiyono atau yang lebih akrab dengan panggilan Cak Hud mencontohkan, untuk kecamatan Gedangan bakal dikucuri dana sebesar Rp 500 juta untuk perbaikan jalan rusak dan sekitar 400 juta untuk pembangunan drainase/saluran air. Sedangkan untuk kecamatan Waru akan diguyur anggaran kurang lebih Rp 1 miliar supaya bisa merespon laporan warga dengan cepat. 

 

Adapun besar anggaran pemeliharaan dan perbaikan jalan kabupaten sebagaimana dicantumkan dalam APBD Sidoarjo 2021 sebesar Rp 19,350 miliar. Sedang alokasi dana untuk pos pemeliharaan jalan lingkungan sebesar Rp 7,945 miliar

 

“Jadi kalau ada masyarakat lapor jalan rusak bisa cepat diperbaiki karena uangnya sudah kita transfer. Kan biasanya kalau ada laporan warga soal kerusakan jalan, penanganannya masih harus menunggu pencairan dananya,” pungkas Cak Hud.

 

Dihubungi terpisah, Plt Camat Sukodono, Mukhamad Makhmud mengaku sangat mendukung upaya Pemkab untuk mempercepat proses pelayanan pada masyarakat itu. “Tadi kami sudah diajak untuk melihat proses perbaikan jalan. Dan saya kira program ini sangat bagus,” katanya. 

 

Hanya saja pihaknya merasa perlu mendapat informasi lanjutan terkait teknis pelaksanaan program itu di lapangan. “Terutama mengenai penyediaan SDM (Sumber Daya Manusia-red)nya. Apakah orang dinas PU yang bakal ditugaskan di tiap-tiap kecamatan, atau bagaimana?,” ujarnya.

 

Pasalnya penanganan masalah ini membutuhkan personel-personel yang secara teknis menguasai bidang tersebut. Sementara teknik pengelolaannya harus dilakukan secara swakelola dan tidak boleh ditenderkan.

 

“Nanti akan kami tanyakan lagi untuk lebih detilnya,” ujar Makhmud. Sedang terkait alokasi anggaran yang akan diterima Kecamatan Sukodono, mantan staf Bagian Pemerintahan itu mengaku bakal menuai Rp 3,2 Miliar.

 

Sementara itu khusus untuk penanganan kerusakan jalan di Desa Wedi ditargetkan bakal tuntas dalam sepekan ke depan. Perbaikan jalan tersebut menjadi prioritas karena merupakan akses transportasi ratusan Industri sedang maupun besar di sepanjang jalan raya Gedangan sampai kawasan Betro Sedati.*

Pengunjung : 36

Berita Utama Lainnya

PEMBUKAAN AREA WISATA DI TRENGGALEK AKAN SEGERA DIBUKA

Jawa Timur

  • Tuesday, 23 February 2021