logo megas-online.com

SEMBUNYIKAN NARKOBA DI DALAM LAMPU LED, WARGA SURABAYA DAN MADURA DIRINGKUS DI BANDARA

  • Wartawan: Pramono | Editor: Luddy Eko

  • Thursday, 14 January 2021

Kapolresta Sidoarjo (tengah), Wakapolresta (kanan) dan Kepala KPPBC Juanda (Kiri) menunjukkan barang bukti narkoba yang disita dari tangan tersangka.

Sidoarjo, Megas-online.com: Petugas gabungan dari KPP Bea Cukai, Polresta Sidoarjo, Lanudal Juanda, dan Pomal Juanda sukses menggagalkan upaya penyelundupan Narkoba jenis sabu sebanyak 6 kilogram dan 100 pil ekstasi melalui Bandara Internasional Juanda Sidoarjo.

 

Dalam jumpa persnya, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Sumardji mengatakan tindak kejahatan tersebut dilakukan dua orang. Yakni H, warga Desa Bujur Timur Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Madura dan Rizal, warga Surabaya. 

 

“Kedua tersangka itu menumpangi pesawat Air Asia QZ-321 rute Kuala Lumpur-Surabaya, dan mereka akan mengirimkan narkoba tersebut ke Madura,” jelas Kapolresta, Kamis (14/01/2021), pagi tadi

 

Setiba di Bandara Internasional Juanda, kedua pelaku melakukan proses pemeriksaan kepabeanan. Dalam pemeriksaan itu, petugas melihat barang bawaan kedua tersangka ada yang mencurigakan saat berada di mesin X-Ray. Oleh petugas, langsung dilakukan pemeriksaan atas barang bawaan kedua tersangka itu.

 

Hasilnya, petugas menemukan 25 bungkus sabu dengan berat 3.000 gram pada tas milik tersangka Holil. Sementara pada barang bawaan tersangka Rizal, ditemukan 12 bungkus sabu seberat 2.395 gram. Untuk mengelabui petugas, barang haram itu mereka sembunyikan di dalam barang-barang elektronik.  

 

“Total barang bukti yang diamankan sebanyak 5.395 gram sabu dan 100 butir ekstasi. Barang bukti lain yaitu 3 pcs kipas angin gantung, 6 pcs lampu LED dan dua buah koper,” ujar Kombes Pol. Sumardji lagi 

 

Kini kedua tersangka meringkuk di tahanan Polresta Sidoarjo, dan masih menjalani pemeriksaan intensif. Pada mereka polisi menjerat dengan pelanggaran terhadap pasal 113 ayat 2 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau hukuman mati.

 

Sementara itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pebean Juanda Budi Harjanto mengatakan, para penyelundup narkotika khususnya sabu-sabu yang telah tertangkap sebelumnya menggunakan beragam cara untuk lolos dari pemeriksaan petugas Bandara Juanda. “Mereka memasukkan sabu-sabu ke dalam aneka barang bawaan, seperti rice cooker, kemasan makan ringan, lampu dan lainnya,” papar Budi.*