logo megas-online.com

ARAB SAUDI BUKA GERBANG LAGI, SUDAH BOLEH BERHAJI?

  • Editor: Luddy Eko dari berbagai sumber

  • Tuesday, 12 January 2021

Pemeriksaan suhu tubuh di salah satu Bandara di Arab Saudi (Foto: Antara)

Megas-online.com: Setelah sempat membuka tutup pintu negaranya dari kunjungan orang asing, akhirnya Pemerintah Arab Saudi memutuskan menerima kembali wisatawan yang akan berkunjung kesana.

 

Dilansir dari Travel Off Path, Arab Saudi dipastikan akan mencabut larangan bepergian bagi warganya ke luar negeri pada 31 Maret 2021 mendatang. Wisatawan pun diperbolehkan masuk pada tanggal yang sama.

 

Keputusan ini diambil karena adanya penurunan jumlah Covid-19 sejak Juni.  Pasalnya selama ini Arab Saudi memang cukup ketat membentengi negaranya dari pandemi Covid-19. Namun ketika negara lain sibuk memperpanjang lockdown, Arab Saudi malah mengambil langkah sebaliknya.

 

Kebijakan Arab Saudi tersebut disambut baik umat muslim di seluruh dunia termasuk komunitas travel.  Apalagi bagi mereka yang ingin berkunjung ke Mekkah untuk menjalani ibadah haji maupun umroh. Kemungkinan, kegiatan haji tahun ini sudah bisa dilakukan lagi. 

 

Sebelumnya Pemerintahan Arab Saudi sudah mencabut larangan penerbangan internasional sementara terkait COVID-19. Pencabutan larangan juga berlaku untuk jalur transportasi lain. Artinya, angkutan darat dan laut sudah bisa kembali masuk Arab Saudi seperti sebelumnya.

 

Namun ada persyaratan khusus untuk bisa masuk ke Arab Saudi. Traveler yang berasal dari Inggris Raya, Afrika Selatan, dan negara lain yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi, harus menghabiskan waktu 14 hari menjalani isolasi di luar negara mereka, sebelum masuk ke Arab Saudi.

 

Traveler juga wajib menjalani tes PCR sebanyak dua kali guna memastikan mereka  tidak terinfeksi oleh virus Corona. Tes pertama diambil maksimal 48 jam setelah kedatangan. Sedangkan tes kedua diambil sebelum masa karantina berakhir, tepatnya pada hari ke-13.

 

Penerapan larangan keluar masuk wilayah Arab Saudi adalah upaya antisipasi dampak mutasi virus corona yang ditemukan di sejumlah wilayah. Kasus mutasi telah ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, Prancis, hingga Jepang.* 

 

Pengunjung : 20

Berita Utama Lainnya

MENDIKBUD PASTIKAN AN DIUNDUR SAMPAI SEPTEMBER

Nasional

  • Wednesday, 20 January 2021