logo megas-online.com

PJ BUPATI SIDOARJO WACANAKAN LOCK DOWN DESA, KADINKES MENOLAK

  • Wartawan: Pramono | Editor: Luddy Eko

  • Tuesday, 12 January 2021

Kadinkes Sidoarjo, dr Syaf Satriawarman

Sidoarjo, Megas-online.com: PJ Bupati Sidoarjo, Hudiyono mewacanakan untuk me-lock down salah satu desa di Kecamatan Waru selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

 

“Memang maunya PJ begitu. Tadi sempat dibahas di rapat tapi belum final,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman yang ditemui di kantor DPRD setempat, Selasa (12/01/2021) siang tadi.

 

Dijelaskannya, ia bahkan sempat dimintai data terkait desa-desa yang menjadi kontributor terbesar pasien covid-19 selama setahun terakhir ini. “Saya dipaksa ngasih datanya. Ya sudah saya berikan saja,” ujarnya.

 

Jika mengacu pada data yang ada maka ada tiga kecamatan di kota delta yang jumlah warganya paling banyak terinfeksi virus corona, yakni Waru, Taman dan  kecamatan Sidoarjo. Sedangkan desanya adalah Tropodo.

 

“Tapi dalam rapat tadi sempat ditolak oleh Kapolres. Katanya dia punya sendiri, nggak tahu pertimbangannya apa,” tukas dr Syaf. Hanya saja ia kembali menandaskan bahwa rapat tersebut belum final karena masih ada persilangan pendapat diantara para anggota Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo.

 

Ia sendiri mengaku sangat tidak setuju dengan wacana tersebut. Pasalnya dari sisi kesehatan, tren penularan covid-19 di Sidoarjo sudah mulai menurun. Dan vaksin covid juga sudah siap disuntikkan per 15 Januari nanti. Selain itu semua Puskesmas juga sudah siap menerima layanan pasien covid.

 

Syaf juga mengaku belum tahu dengan jelas konsep lock down yang diwacanakan PJ Bupati tersebut. Namun yang terpenting untuk dipertimbangkan adalah masalah pemenuhan kebutuhan warga jika mereka sepenuhnya  dilarang beraktivitas di luar rumah. 

 

“Tanyakan saja langsung ke pak PJ, siapa yang mau kasih makan warga?,” sergah Syaf. Sedangkan Hudiyono sendiri yang dikonfirmasi melalui wall chatting WA-nya belum memberikan komentarnya terkait hal ini. 

 

Sementara itu informasi yang diperoleh dari anggota Badan Anggaran DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso menyebutkan di tahun anggaran ini pihaknya sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 53 Miliar untuk membiayai semua program penanggulangan dampak Covid-19.

 

“Dananya dimasukkan ke pos BTT (Biaya Tidak Terduga-red) di BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah-red),” jelas legislator asal PAN itu. Ia berharap tahun ini tidak ada re-focusing anggaran dari pos pembiayaan lainnya untuk wabah penyakit tersebut.

 

Dengan begitu, imbuh anggota Komisi D DPRD Sidoarjo itu, seluruh program pembangunan yang sudah direncanakan dalam PBD Sidoarjo tahun anggaran 2021 ini bisa berjalan sesuai dengan perencanaan.*

Pengunjung : 74

Berita Utama Lainnya

MENDIKBUD PASTIKAN AN DIUNDUR SAMPAI SEPTEMBER

Nasional

  • Wednesday, 20 January 2021