logo megas-online.com

AKAN ADA TES SWAB ACAK BAGI YANG MASUK SURABAYA SELAMA PPKM

  • Wartawan: Ken Ayu | Editor: Luddy Eko

  • Monday, 11 January 2021

Plt Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana

Surabaya, Megas-online.com: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperingatkan para pelintas batas di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) agar bersiap menjalani tes swab secara acak.

 

Plt Walikota Surabaya,  Whisnu Sakti Buana mengatakan tes laboratorium untuk mengetahui keberadaan virus corona dalam tubuh itu dilakukan pada warga luar kota yang datang ke Surabaya jika dipandang tidak memiliki urusan yang sangat mendesak.

 

Pengawasan itu akan dilakukan oleh aparat keamanan gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP dan Linmas di pos-pos check point yang ada di wilayah perbatasan kota Surabaya dengan daerah di sekitarnya.

 

"Ada penebalan, bukan penutupan tetapi ada filterisasi bagi yang mau masuk tapi tidak commuter. Artinya orang yang tidak bekerja di Surabaya akan kita random check untuk melakukan swab," tandas Whisnu.

 

Selain itu Whisnu juga menyampaikan, jajaran Pemkot Surabaya juga telah memberlakukan aturan pemerintah pusat yang dikuatkan dengan surat edaran Walikota untuk menempatkan 75% stafnya di rumah atau work from home (WFH). 

 

"Sudah saya beri edaran. Bagi yang tidak punya komorbid tetap bisa masuk, tapi mereka ditempatkan di lapangan untuk membantu petugas lapangan. Besok pun akan kita cek ke pasar-pasar tradisional untuk memantau protokol kesehatan," ungkap Whisnu.

 

Sementara terkait pelanggaran protokol kesehatan (prokes), Whisnu menegaskan akan langsung memberlakukan pengenaan sanksi denda sesuai dengan aturan Perwali. "Sekarang langsung denda, tidak ada peringatan lagi. Karena kita sudah anggap sosialisasi tentang aturan itu sudah masif dari kemarin," jelas Whisnu.

 

Terkait tempat hiburan malam, Whisnu menambahkan, saat ini sudah tidak ada lagi yang buka. Jika ada yang nekat buka selama PPKM akan dilakukan penutupan. "Kemarin ada panti pijat yang buka dan segera kita tutup. Disana terjaring 40 orang dan langsung kita swab semua dan kita kenakan sanksi yustisi," pungkasnya.*