logo megas-online.com

TERBUKTI, AKSI BLUSUKAN RISMA BUKAN SETTINGAN

  • Editor: Luddy Eko dari berbagai sumber

  • Thursday, 07 January 2021

Mensos, Tri Rismaharini saat berdialog dengan Nur Saman yang dianggap Netizen sebagai settingan.

Jakarta, Megas-online.com: Publik jagad maya memberikan aneka komentar negatif terkait program blusukan yang dilakukan Menteri Sosial, Tri Rismaharini di sekitar Jalan Sudirman - Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

 

Mereka menyebut aksi blusukan itu hanyalah settingan. Apalagi saat ada netizen yang mengatakan bahwa pemulung dan gelandangan yang ditemui Risma disana adalah kader PDI Perjuangan sendiri yang diskenario secara khusus.

 

Padahal keberadaannya benar ada. Pemulung yang ditemui Risma itu bernama Nur Saman. Sehari-hari pria asal Indramayu itu mengaku bekerja sebagai pemulung dan bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

 

Setiap hari  ia memulung barang-barang seperti kardus dan botol di Pasar Rumput, Halimun, Sudirman, Kota Kasablanka, Saharjo, dan Jl. Minangkabau. Terkadang Pria 59 tahun itu membantu menambal ban di depan warung es kelapa muda. 

 

Di malam hari ia tidur di trotoar jalan beralaskan terpal dan kardus. Jika hujan, Nur Saman mengaku pindah ke emperan toko di sekitar Jl. Minangkabau. Pengakuan itu dibenarkan Dony BK, pemilik toko poster dan pigura di Jl. Minangkabau yang menyebut Nur Saman sebagai teman dan tetangganya.

 

Bahkan ada yang menyebut kegiatan yang dilakukan mantan walikota Surabaya itu merupakan upaya pencitraan yang dilakukannya untuk menarik simpati warga ibukota sebelum maju ke Pilkada DKI Jakarta.

 

Namun, tudingan itu ditepis Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat. Menurutnya aksi Risma tersebut merupakan bagian dari tugas untuk membantu masyarakat penyandang masalah sosial. 

 

Bahkan disebutnya kegiatan itu bisa menjadi motivasi bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan daerah lainnya dalam menangani berbagai masalah sosial di masyarakat yang terjadi di wilayah kerjanya.

 

Sementara itu Kepala Biro Humas Kementerian Sosial Wiwit Widiansyah menjelaskan maksud dan tujuan blusukan Risma ke sejumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial. Menurut dia, blusukan itu dalam rangka menyasar program Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). 

 

"Sasaran PPKS ini seperti gelandangan, pengemis, dan kelompok rentan lainnya," kata Wiwit melalui sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Kamis (07/01/2021). Ia melanjutkan, tujuan blusukan yang dilakukan Mensos adalah untuk melakukan pemetaan masalah sosial dan melihat langsung kebutuhan dari PPKS. 

 

Hal ini, kata dia, diperlukan agar Kemensos dapat mencarikan solusi dari masalah-masalah yang dialami para PPKS. "Agar dapat dicarikan solusinya secara komprehensif dan terkoordinasi dengan kementerian/lembaga dan pemda terkait," katanya.*