logo megas-online.com

TURUN DRASTIS DI 2020, TAHUN DEPAN INVESTASI NASIONAL DIPERKIRAKAN NAIK 4%

  • Wartawan : Pramono | Editor : Luddy Eko

  • Sunday, 22 November 2020

Ilustrasi Aktivitas Perbankan Nasional

Jakarta, Megas-online.com: Investasi nasional di tahun 2021 mendatang diperkirakan hanya tumbuh di kisaran 3%-4 %. Pasalnya investor swasta masih menyesuaikan dengan permintaan domestik yang diperkirakan belum sepenuhnya pulih akibat pandemi covid-19 yang berlangsung hampir sepanjang tahun ini.

Ekonom Core, Piter Abdullah menyebutkan anjloknya prospek ekonomi di sepanjang 2020 ini menyebabkan aktivitas penanaman modal ikut tertekan, bahkan lebih besar dibandingkan konsumsi swasta dan belanja pemerintah.

"Kalaupun terjadi peningkatan permintaan, baik domestik maupun ekspor, kapasitas terpasang saat ini masih cukup untuk memenuhi kenaikan.Sepanjang tiga kuartal pertama 2020, penanaman modal tetap bruto mengalami kontraksi 4,5% (yoy), terutama investasi mesin dan perlengkapan dan investasi kendaraan yang masing-masing turun 13% dan 15,3%," kata Piter , Minggu (22/11/2020).

Namun, di tengah tren perlambatan investasi nasional selama pandemi, beberapa industri manufaktur di Indonesia justru mengalami peningkatan, khususnya industri logam dasar, kimia dasar, dan farmasi.

"Peningkatan investasi tersebut, antara lain, disebabkan oleh rangsangan kebijakan pemerintah yang mendorong hilirisasi sektor pertambangan, termasuk pembangunan smelter," katanya sebagaimana dikutip dari okezone.com.

Selain itu, kebutuhan pengobatan dan pelayanan kesehatan yang meningkatkan akan mendorong peningkatan investasi pada industri kimia dan farmasi. Pertumbuhan sektor-sektor tersebut diperkirakan masih akan terus berlanjut pada tahun 2021.

Sebagai informasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi dalam negeri hingga September 2020 mencapai Rp 611,6 triliun. Bahkan, BKPM optimis target investasi sebesar Rp 817,2 triliun akan terealisasi pada akhir Desember tahun nilai.

Pencapaian pada periode Juli-September 2020 itu tumbuh 1,8% year on year (yoy). Dengan begitu, BKPM sudah mengumpulkan investasi sebanyak 74,8% dari target akhir tahun sejumlah Rp 817,2 triliun.

"Jumlah realisasi yang sudah kita dapatkan sebesar Rp 611,6 triliun atau kurang lebih 74,8%. Hal ini memberikan optimisme kepada kami bahwa di tahun ini kami akan dapat mencapai target investasi," ujar Staf Ahli Bidang Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal BKPM Heldy Satrya Putera.*