logo megas-online.com

KAUM MUDA PUNYA PERAN SENTRAL SUKSESKAN PILKADA

  • Wartawan: Pramono | Editor: Luddy Eko

  • Sunday, 22 November 2020

Ken Ayu menyampaikan pemaparannya dalam Sosialisasi Pilkada.

Sidoarjo, Megas-online.com: Sebagai agen perubahan dalam tatanan masyarakat, pemuda punya peran sentral dalam suksesnya agenda demokratisasi di Indonesia yang salah satu diantaranya adalah perhelatan Pilkada Serentak 2020 ini.

“Jangan pernah berpikir ada atau tidak ada pilkada nasib saya akan tetap begini. Atau siapapun yang menang dalam Pilkada nantinya kondisi hidup saya belum tentu bisa ikut berubah,” jelas Mahasiswa Berprestasi Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Universitas Airlangga Surabaya angkatan 2017, Ken Ayu Yalu Puspaningtyas.

Ia yang dihadirkan Komunitas ‘Sidoarjo Forum’ sebagai pembicara utama dalam Sosialisasi Pilkada Sidoarjo di Resto Asap-Asap, Minggu (22/11/2020) itupun menyitir pernyataan seorang penyair dan dramawan Jerman, Bertolt Brencht.

“Semua yang kita alami dalam kehidupan bermasyarakat merupakan hasil dari kebijakan dan keputusan-keputusan politik. Baik atau buruknya negeri kita, daerah kita ditentukan oleh para pimpinan politik yang berkontentasi dalam Pemilu,” jelasnya dihadapan sekitar 50 orang peserta yang berasal dari kaum milenial dari semua kecamatan di Sidoarjo.

Karena itu, pemuda harus mau menyingsingkan lengan baju dan mengajak orang-orang di sekitarnya untuk berperan aktif dalam pesta demokrasi lokal yang bakal digelar 9 Desember mendatang sebagai upaya proses pembelajaran politik masyarakat.

“Ajak orang tua, saudara, suami atau istri, kerabat, tetangga dan teman untuk datang ke TPS dan memilih yang terbaik diantara pasangan calon (paslon) yang ada. Jangan hanya mau bergerak kalau ada uangnya saja,” ujar mahasiswi yang beberapa kali terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu itu.

Kegiatan yang berlangsung hampir dua jam itu juga diisi tanya jawab dari peserta sosialisasi termasuk berbagi informasi tentang proses penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi covid-19 yang belum teratasi hingga saat ini.

Salah satu peserta dari Tanggulangin, Gatot memberikan saran pada KPU dan Banwaslu Sidoarjo untuk lebih banyak memberikan porsi pada organisasi-organisasi kepemudaan dalam proses penyelenggaraan Pemilu, baik pemilihan calon legislatif (Pileg) Pilihan Presiden (Pilpres) maupun Pilkada.

Misalnya dengan cara melibatkan bahkan memberkadayakan kaum muda sebagai penyelenggara Pemilu baik di tingkat kecamatan, desa maupun TPS. Dengan begitu pemuda akan lebih aktif bergerak menyukseskan Pemilu.*