logo megas-online.com

BERDALIH UNDANGAN BAWASLU MEPET, KELANA-ASTUTIK MANGKIR

  • Wartawan: Pramono | Editor: Luddy Eko

  • Saturday, 17 October 2020

Agung saat berdialog dengan utusan Paslon Kelana-Astutik

Sidoarjo, Megas-online.com:  Kandidat Pilkada Sidoarjo yang diusung PDI Perjuangan dan PAN, Kelana Aprilianto-Dwi Astutik tak memenuhi undangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Sabtu (17/10/2020) siang tadi.

Paslon yang mengusung tagline ‘Berkelas’ itu  hanya mengirimkan dua orang anggota tim pemenangannya untuk menemui Kordiv Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugraha di kantor sekretariatnya.

“Bukan mangkir, soalnya undangannya baru kami terim kemarin dan kebetulan waktunya bersamaan dengan agenda lain yang sudah terlanjur disusun sebelumnya,” kilah Liaison Officer paslon bernomor urut 2 itu, Mundzir Dwi Ilmiawan.

Karena itulah, hari ini ia datang untuk mengagendakan kembali jadwal pertemuan antara Kelana-Astutik dengan komisioner Bawaslu itu. “Sekarang ini hanya ngobrol saja. Tapi hasilnya nanti kami sampaikan,” imbuhnya.

Menurutnya, sebagai warga negara yang baik paslon yang didukungnya itu tetap akan menghormati undangan Bawaslu untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam kampanye yang mereka lakukan sebelumnya. “Yang jelas pak beliau-beliau itu pasti datang kesini. Sekarang ini kami sesuaikan dulu waktunya,” pungkas Mundzir.  

Sementara itu Agung Nugraha mengatakan pihaknya memberikan batasan waktu hingga sepekan kedepan bagi Kelana-Astutik untuk datang ke Bawaslu. Uundangan ini semata-mata untuk memberikan hak pada keduanya untuk memberikan klarifikasi terkait indikasi pelanggaran prokes.

Meski begitu Agung mengaku tak akan melakukan tindakan pemaksaan pada Kelana maupun Dwi Astutik untuk datang ke kantornya mengingat sifatnya hanyalah undangan dan bukan pemanggilan. 

“Ada dua kasus yang perlu kami  klarifikasikan langsung. Dan kalau tak datang berarti mereka akan kehilangan hak untuk memberikan penjelasan. Dan penanganan kasus-kasus ini tetap akan lanjutkan,” ujarnya.

Selain Kelana dan Dwi Astutik, Bawaslu Sidoarjo juga akan memanggil pihak-pihak lain yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa yang salah satunya terjadi di wilayah Kecamatan Prambon itu.

Jika nantinya memang disimpulkan ada pelanggaran maka pihaknya akan mengirimkan surat rekomendasi hasil pemeriksaan ke KPU yang berhak menjatuhkan sanksi pada paslon yang salah satunya pernah terinfeksi virus corona tersebut.*