logo megas-online.com

KASUS VIDEO BAGI-BAGI UANG, GUS MUHDLOR: SAYA YANG MENERIMA, BUKAN MEMBERI

  • Wartawan: Pramono | Editor: Luddy Eko

  • Saturday, 17 October 2020

(Dari kiri) Subandi, Gus Muhdlor, Agung Nugraha

Sidoarjo, Megas-online.com: Pasangan Calon (Paslon) no urut 2, Muhdlor Ali dan Subandi memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sidoarjo terkait dugaan politik uang dalam kegiatan kampanyenya.

Setelah hampir 2,5 jam menjalani pemeriksaan di Kantor Bawaslu, Sabtu (17/10/2020) siang tadi, keduanya langsung memberikan keterangan pers didampingi Kordiv Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugraha.

Dalam kesempatan itu Muhdlor meyakini dirinya tak melakukan pelanggaran kampanye sebagaimana disangkakan. “Jelas sekali dalam video itu saya menerima dan bukan memberi uang,” ujar pria 29 tahun yang akrab dipanggil Gus Muhdlor itu.

Dalam video amatir yang sempat viral dan tersebar ke berbagai platform media sosial itu memang terlihat ia dan beberapa orang lainnya menerima uang yang dibagi-bagikan seorang pria dalam sebuah acara pengajian di kawasan Candi. 

Gus Muhdlor menyebut yang dilakukan pria dalam video itu merupakan bagian dari sebuah tradisi berbagi. “Sama seperti tradisi di Makassar atau di Madura. Namanya Srokolan (pembacaan diba’ maulid Nabi Muhammad SAW),” pungkasnya.

Sementara itu Agung Nugraha mengatakan pihaknya belum bisa menyampaikan hasil pemeriksaan yang dilakukannya terkait kasus itu. “Kami masih belum bisa menyimpulkan apakah termasuk pelanggaran atau tidak. Saat ini masih dalam kajian kami,” katanya.

Apalagi, pemeriksaan yang ia lakukan terhadap paslon yang diusung PKB dan didukung Nasdem itu baru tahap awal. Berikutnya ia berencana memanggil empat orang lainnya yang diduga terkait dengan video tersebut, termasuk pria pembagi uang tersebut.*