logo megas-online.com

DIANGGAP RINGANKAN BEBAN, MAYORITAS WARGA MINTA BANTUAN KUOTA INTERNET DILANJUTKAN

  • Editor: Luddy Eko dari berbagai sumber

  • Friday, 16 October 2020

Ilustrasi orang tua dampingi anak belajar daring

Jakarta, Megas-online.com: Sebagian besar masyarakat di berbagai daerah di Indonesia berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melanjutkan program kuota internet gratis untuk menunjang program pembelajaran jarak jauh melalui teknologi daring.

Kesimpulan itu didapatkan dari hasil survei yang dilakukan Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI). Jajak pendapat masyarakat bertajuk 'Bantuan Kuota Internet: Antara Polemik dan Persepsi Publik' tersebut dilakukan pada 7-11 Oktober 2020 lalu.

Dalam penyataan persnya, Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif'an menjelaskan survei tersebut dilakukan pada 1.000 responden di 34 provinsi di Indonesia dengan metode penarikan sampel multistage random sampling. “Margin of error-nya 3,1% dengan tingkat kepercayaan 95%,” jelasnya, Jumat (16/10/2020). 

Saat diwawancarai melalui sambungan  telepon, 80,5% masyarakat ingin supaya program bantuan kuota internet ini perlu dilanjutkan di tahun 2021. Meski begitu 63,2% responden mengatakan puas dengan kinerja Pusdatin dan Kemendikbud dalam menyalurkan bantuan kuota internet. Sedangkan ada 32,1% responden mengatakan tidak puas.

Selain itu di pertanyaan selanjutnya 84,7% masyarakat menilai bantuan kuota gratis tersebut sebagai langkah tepat di tengah wabah COVID-19, sedangkan 13,7% responden menilai tidak tepat. 

85,6% Responden juga menilai kuota internet Kemendikbud meringankan beban ekonomi orangtua, pelajar dan mahasiswa dalam membeli paket internet. Sedangkan, 13,6% responden menjawab tidak meringankan.

Para responden juga mereka juga memberikan sejumlah kritik dan usulan. Ada beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki oleh stakeholders terkait. Diantaranya sinyal internet tidak stabil (23,8%), akses internet terbatas (16%), pembagian bantuan belum merata (13,3%) dan publik masih ada yang belum tahu (20%).

"Perlu dilakukan sosialisasi terus menerus terkait program bantuan kuota internet. Sebab berdasarkan survei, masih ada sekitar 20% publik yang masih belum tahu program tersebut," pungkasnya sebagaimana dikutip dari detik.com.*